الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء و المرسلين، وعلى آله وصحبه أجمعين

أهلا وسهلا بكم

إذا كانت هذه زيارتك الأولى للمنتدى، فيرجى التفضل بزيارة صفحة التعليمات كما يشرفنا أن تقوم بالتسجيل ، إذا رغبت بالمشاركة في المنتدى، أما إذا رغبت بقراءة المواضيع والإطلاع فتفضل بزيارة القسم الذي ترغب أدناه.

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه - قال: سمعت رسول الله يقول: "إن إبليس قال لربه: بعزتك وجلالك لا أبرح أغوي بني آدم مادامت الأرواح فيهم - فقال الله: فبعزتي وجلالي لا أبرح أغفر لهم ما استغفروني"



اللّهم طهّر لساني من الكذب ، وقلبي من النفاق ، وعملي من الرياء ، وبصري من الخيانة ,, فإنّك تعلم خائنة الأعين ,, وما تخفي الصدور

اللهم استَخدِمني ولاَ تستَبدِلني، وانفَع بيِ، واجعَل عَملي خَالصاً لِوجهك الكَريم ... يا الله


اللهــم اجعل عملي على تمبـلر صالحاً,, واجعله لوجهك خالصاً,, ولا تجعل لأحد فيه شيئاً ,, وتقبل مني واجعله نورا لي في قبري,, وحسن خاتمة لي عند مماتي ,, ونجاةً من النار ومغفرةً من كل ذنب

يارب يارب يارب

    KEMASKINI

    _

    _
    ALLAHUMMA YA ALLAH BERIKANLAH KEJAYAAN DUNIA AKHIRAT PADAKU , AHLI KELUARGAKU DAN SEMUA YANG MEMBACA KARYA-KARYA YANG KUTULIS KERANA-MU AAMIIN YA RABBAL A'LAMIIN “Ya Allah, maafkanlah kesalahan kami, ampunkanlah dosa-dosa kami. Dosa-dosa kedua ibu bapa kami, saudara-saudara kami serta sahabat-sahabat kami. Dan Engkau kurniakanlah rahmatMu kepada seluruh hamba-hambaMu. Ya Allah, dengan rendah diri dan rasa hina yang sangat tinggi. Lindungilah kami dari kesesatan kejahilan yang nyata mahupun yang terselindung. Sesungguhnya tiadalah sebaik-baik perlindung selain Engkau. Jauhkanlah kami dari syirik dan kekaguman kepada diri sendiri. Hindarkanlah kami dari kata-kata yang dusta. Sesungguhnya Engkaulah yang maha berkuasa di atas setiap sesuatu.”

    TAKUTLAH

    Thauban meriwayatkan satu pesanan junjungan , bahawa Nabi s.a.w bersabda yang bermaksud : “ Aku sangat jelas mengetahui bahawa ada golongan dari umatku yang akan datang pada hari Qiyamat dengan amalan soleh sebesar gunung Tihamah, tetapi Allah akan menjadikannya seperti debu-debu berterbangan.”

    Thauban bertanya : “Wahai Rasulullah, ceritakanlah tentang mereka kepada kami dan beritahulah kami lagi, supaya kami tidak menjadi seperti mereka.”

    Baginda bersabda lagi yang bermaksud : “Mereka adalah saudara kamu dan dari kaum kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu, tetapi mereka adalah orang yang apabila mereka bersendirian, mereka akan melanggar larangan Allah.”

    (Hadis Riwayat Ibn Majah)

    firman Allah s.w.t. yang bermaksud :
    "Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman."
    (Surah. Ali-‘Imran ayat 175)

    "Kerana itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku."
    (Surah Al-Maa’idah ayat 44).

    "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, …"
    (Surah al-Anfaal ayat 2).

    "Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras.
    (Surah al-Haj ayat 1-2).

    "Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua Syurga."
    (Surah ar-Rahman ayat 46).

    Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud :
    "Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu Pemimpin yang adil; Pemuda yang sentiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya; Orang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid; Dua orang yang saling mencintai kerena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah kerena Allah; Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan yang cantik dan berkedudukan untuk berzina tetapi dia berkata, “Aku takut kepada Allah!”; Orang yang memberi sedekah tetapi dia merahsiakannya seolah-olah tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya; dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga bercucuran air matanya."
     
    Dari ‘Adiy bin Hatim r.a., ia berkata; Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud :
    "Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali akan diajak bicara oleh Allah tanpa penerjemah. Kemudian ia menengok ke kanan, maka ia tidak melihat kecuali apa yang pernah dilakukannya (di dunia). Ia pun menengok ke kiri, maka ia tidak melihat kecuali apa yang pernah dilakukannya (di dunia). Lalu ia melihat ke depan maka ia tidak melihat kecuali Neraka ada di depan wajahnya. Karena itu jagalah diri kalian dari Neraka meski dengan sebutir kurma.
    (Mutafaq ‘alaih)
     
     Dari Abu Hurairah r.a., sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud :
    "Jika seorang Mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah, niscaya tidak ada seorang pun yang tidak mengharapkan Syurga-Nya. Jika orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah, niscaya tidak ada seorang pun yang putus asa dari rahmat-Nya."
    (Hadis Riwayat Muslim)
     
    Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi s.a.w., tentang perkara yang diriwayatkan beliau dari Tuhannya. Allah berfirman yang bermaksud :
    "Demi kemulian-Ku, Aku tidak akan menghimpun dua rasa takut dan dua rasa aman pada diri seorang hamba. Jika ia takut kepada-Ku di dunia, maka Aku akan memberikannya rasa aman di hari kiamat. Jika ia merasa aman dari-Ku di dunia, maka Aku akan memberikan rasa takut kepadanya di hari kiamat "
    (Hadis Riwayat. Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya)
     
    Dari Ibnu Abas, semoga Allah meridhai keduanya, ia berkata; ketika Allah menurunkan ayat ini kepada Nabi-Nya :
    "Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri dan keluarga kalian dari Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.."
    (Surah. at-Tahrim ayat 6)
     
    Pada suatu hari Rasulullah saw. membacakan ayat ini kepada para sahabat, tiba-tiba ada seorang pemuda yang terjungkal pingsan. Kemudian Nabi s.a.w. meletakkan tangan beliau di atas hatinya, dan ternyata masih berdetak jantungnya. Kemudian Nabi s.a.w. bersabda, “Wahai anak muda ucapkanlah: ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’”, maka pemuda itu pun mengucapkannya. Kemudian beliau memberikan kabar gembira kepadanya dengan Syurga. Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah!, apakah pemuda itu termasuk golongan kita?” Rasulullah bersabda yang maksudnya , "Apakah kalian tidak mendengar firman Allah :
    "Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku."
    (Hadis Riwayat.Hakim, ia menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)
     
    Dari ‘Aisyah r.a., ia berkata; Wahai Rasulullah s.a.w!, Allah pernah berfirman Allah:
    "Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka (Surah al-Mukmin ayat 60); adalah ditujukan kepada orang yang berzina dan minum khamr. Dalam riwayat Ibnu Sabiq dikatakan, “Apakah ditujukan pada orang yang berzina, mencuri, dan minum khamr, tapi meski begitu dia takut kepada Allah?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Bukan”. Dalam riwayat Waki dikatakan, “Bukan, Wahai Putri Abu Bakar Ash-Shiddiq, tapi ia adalah orang yang menunaikan puasa, solat, dan sedekah; dan ia merasa khawatir ibadahnya tersebut tidak diterima.”
    (Hadis Riwayat. Al-Baihaki dalam Asy-Sya’by, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, ia menshahihkannya dan disetujui oleh Adz-Dzahabi)
     
     Dari Tsauban r.a., dari Nabi Saw, beliau bersabda:
    "Aku akan memberitahukan beberapa kaum dari umatku. Di hari kiamat mereka datang dengan membawa kebaikan seperti gunung Tihamah yang putih. Tapi Allah menjadikannya bagaikan debu yang bertebarkan. Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, sebutkanlah sifat mereka dan jelaskanlah keadaan mereka agar kami kami tidak termasuk bagian dari mereka sementara kami tidak mengetahuinya.” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Ingatlah!, mereka adalah bagian dari saudara kalian dan dari ras kalian. Mereka suka bangun malam sebagaimana kalian, tapi mereka adalah kaum yang jika tidak dilihat oleh siapa pun ketika menghadapi perkara yang diharamkan Allah, maka mereka melanggaranya.”
    (Hadis Riwayat. Ibnu Majah. Al-Kinani penulis buku Mishbah Al-Zujajah berkata, Isnad hadits ini shahih, para perawinya terpercaya)
     
    Abdullah bin Mas’ud menceritakan kepada kami dua hadits, salah satunya berasal dari Nabi s.a.w. dan satu lagi dari dirinya sendiri ia berkata:
    "Sesungguhnya orang yang beriman akan melihat dosa-dosanya seolah-olah ada di atas gunung. Ia takut (dosa itu) jatuh menimpanya. Sedangkan orang yang jahat akan melihat dosa-dosanya seperti lalat yang menghampiri hidungnya, kemudia ia berkata mengenai dosanya, “Seperti inikah?” Abu Syihab berkata dengan tangannya –yang diletakkan– di atas hidungnya"
    (Hadis Riwayat. Bukhari)

    SYAHADATAIN

    Sebagai kaum muslim kita sering melafadzkan kalimat لا اله الا الله محمد رسول الله (Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah) atau yang lebih dikenal dengan kalimah syahadah (tauhid). Tapi selama ini kita hanya  melafazkannya dengan lisan tanpa dihayati dalam kehidupan. dan tanpa kamantapan hati serta pengetahuan tentang makna dan hakikat kalimat tersebut. Padahal kalimah syahadah (tauhid) mengandung makna yang sangat dalam dan memberikan pengaruh yang luas bagi kehidupan manusia di dunia ini.

    Pengakuan ini adalah merupakan pengakuan yang besar kesan dan akibatnya. Seseorang yang kafir apabila membaca sahaja dua kalimah ini dengan ikhlas akan menjadikan diri seseorang itu muslim yang beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW dan rukun-rukun iman yang lain. Nyawa, harta dan kehormatannya dijamin oleh Islam.

    Terdapat 7 syarat-syarat sah kalimah syahadah (tauhid) yang di ucapkan. Sekiranya dipenuhi syarat-syarat ini akan menjadikan syahadahnya sempurna dan tidak ada sedikit keraguan.

    Syarat-syarat tersebut adalah seperti berikut :

    1. Mengetahui.

    2. Yakin

    3. Menerima

    4. Patuh / Tunduk

    5. Benar / Jujur

    6. Tulus / Ikhlas

    7. Cinta.

    Huraiannya :
     
    1. ( العلـم )Mengetahui
    Mengetahui makna syahadat dengan kedua dimensinya; Penafian (penolakan) dan Penetapan, iaitu bahawa ia harus mengetahui dimensi penolakan dalam muatan kalimah syahadah, yang dalam hal ini adalah penafian (penolakan) semua sesembahan selain Allah dan dimensi penetapan iaitu hak Uluhiyyah (disembah) hanya bagi Allah SWT semata-mata.

    Firman Allah SWT maksudnya : "Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (Tuhan yang berhak disembah) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal." (Surah Muhammad (47) ayat 19)

    Lawan dari mengetahui adalah “Jahil” dalam makna syahadah.

    2. ( اليقيـن )Yakin

     
    Iaitu mengetahui dengan sempurna makna syahadat tanpa sedikitpun keraguan terhadap makna tersebut. Jadi keimanannya tidak mengandung sesuatu yang bertentangan dengan makna syahadah itu dalam hatinya. 


    Firman Allah SWT maksudnya : "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar."(Surah al-Hujurat (49) ayat 15)

    Lawan yakin adalah “ragu”

    3. ( القبـول )Menerima

     
    Iaitu kerendahan dan ketundukan serta penerimaan hati terhadap segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya yang membuahkan ketaatan dan ‘ibadah kepada Allah SWT dengan jalan meyakini bahawa tidak ada yang dapat menunjuki dan menyelamatkannya kecuali ajaran yang datang dari syari’at islam.

    Firman Allah SWT maksudnya : "Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa menderhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata." (Surah al-Ahzab (33) ayat 36)

    Firman Allah SWT maksudnya : "Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." 

    (Surah an-Nisa' (4) ayat 65)

    Lawan dari Penerimaan adalah “Menentang”, iaitu bahawa menentang dan berpaling dari ajaran-ajaran Rasulullah SAW dengan hatinya sehingga ia tidak redha dan tidak menerima ajaran-ajaran tersebut.

    Perbedaan antara Ketundukan dan Penerimaan adalah bahawa ketundukan itu pekerjaan zahir atau fizikal, sedangkan penerimaan itu adalah pekerjaan hati.

    4. ( الانقيـاد ) Patuh / Tunduk

     
    Iaitu tunduk dan menyerahkan diri kepada Allah SWT secara lahir dengan mengamalkan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya. 


    Firman Allah SWT maksudnya : "Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan." (Surah Luqman (31) ayat 22)

    Firman Allah SWT maksudnya : "…. Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cubaan atau ditimpa azab yang pedih." 

    (Surah an-Nuur (24) ayat 63)

    5. ( الصـدق )Benar / Jujur
     

    Iaitu bahwa lahirnya tidak menyalahi batinnya. Keduanya harus saling sesuai dan sejalan, iaitu antara lahir dan batinnya, antara ilmu dan ‘amalnya, antara apa yang ada dalam hatinya dengan apa yang dikerjakan oleh perbuatannya. Maka tidak boleh ada sesuatu yang dikerjakan oleh perbuatan yang menyalahi apa yang diyakini oleh hatinya. 

    Firman Allah SWT maksudnya :  "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Surah al-An'am (6) ayat 82)

    Firman Allah SWT yang bermaksud : "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya)" (Surah al-Ahzab (33) ayat 23)

    Dari Mu’adz bin Jabal ra.

    مَا مِنْ اَحَدٍ يَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ اِلاَّ حَرَّمَهُ اللهُ عَلَى النَّارِ =رواه البخاري=

    Maksudnya : “Tidak seorangpun yang bersaksi bahawa tidak ada Ilaah (tuhan) yang berhak disembah selain Allah, dan bahawa Muhammad adalah utusan Allah jujur dari hatinya, kecuali Allah telah mengharamkannya masuk neraka”.(Hadis Riwayat Bukhari)

    Lawan Kejujuran adalah “Nifaq” yaitu menampakkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada dalam batinnya, atau bahawa ia menyimpan kekufuran dalam batinnya tetapi menampakkan iman dalam lisan dan perbuatannya.

    6. ( الاخـلاص )Tulus / Ikhlash

    Kata ikhlas diambil dari kata “susu murni” [اللبن الخالص ] iaitu tidak lagi dicampuri kotoran yang merosak kemurnian dan kejernihannya. Maka ikhlash bererti membersihkan hati dari segala sesuatu yang bertentangan dengan makna syahadat. 

     
    Firman Allah SWT maksudnya : "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (Surah al-Bayyinah (98) ayat 5)

    Lawan Keikhlasan adalah “Syirik”

    7. ( المحبـة )Cinta
     

    Iaitu mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan segala apa yang datang dari keduanya berupa ilmu dan ‘amal, serta mencintai orang-orang yang beriman.

    Firman Allah SWT maksudnya : "Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Surah Ali-Imran (3) ayat 31)

    Firman Allah SWT maksudnya : "…. adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah".(Surah al-Baqarah (2) ayat 165)

    Firman Allah SWT maksudnya : " Katakanlah: 'Jika bapa-bapa, anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan-Nya”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." (Surah at-Taubah (9) ayat 24)

    Dari Anas Bin Malik ra, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW  bersabda :

    ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ حَلاَوةَ اْلاِيْمَانِ : اَنْ يَكُوْنَ اللهَ وَرَسُوْلَهُ اَحَبَّ اِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا, وَاَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ اِلاَّ لِلَّـهِ … =متفق عليه=
     

    Maksudnya : "Ada tiga yang bila terdapat dalam diri seseorang, nescaya ia akan mendapatkan betapa manisnya iman. 1. Bahawa Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada segala sesuatu selain keduanya. 2. dan bahawa ia tidak mencintai seseorang melainkan hanya karena Allah. …" (Hadis Riwaayt Bukhari dan Muslim)

    Cinta itu juga harus disertai amanah, iaitu kemarahan terhadap segala sesuatu yang bertentangan dengan syahadat, atau dengan kata lain semua ilmu dan amal yang menyalahi Sunnah Rasulullah SAW. Selain itu, ia juga marah kepada para pelaku atau pembawa ajaran yang menyalahi Sunah Rasulullah SAW itu dengan segala ilmu dan ‘amal yang mereka bawa.

    Sabda Rasulullah SAW dari Ikrimah dan Ibnu Abbas ra.

    اَوْثَقُ عُرَى اْلاِيْمَانِ : اَلْحُبُّ فِي اللهِ وَالبُغْضُ فِي اللهِ =رواه الطبراني=
    Maksudnya : "Ikatan iman yang paling kuat adalah cinta kerana Allah dan marah juga kerana Allah. (Hadis Riwayat Ath-Thabrani)

    Rasulullah SAW juga menyebutkan bagian ketiga dari syarat mendapatkan manisnya iman sebagai lanjutan hadis dari Anas Bin Malik ra, diatas :

    … وَاَنْ يَكْرَهَ اَنْ يَرْجِعَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ اَنْ اَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ اَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ =متفق عليه=


    Maksudnya : "Dan bahawa ia membenci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia membenci dilemparkan ke dalam neraka."(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

    Lawan dari cinta adalah “benci”, iaitu benci terhadap semua kata dan orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya serta Islam.

    UMUR MANUSIA

    Hadis Nabi s.a.w. yang bermaksud: “Tidak berganjak kedua-dua kaki seorang hamba pada Hari Kiamat sehingga ia disoal mengenai umurnya pada perkara apakah ia habiskan, ilmunya untuk apakah ia gunakan, harta bendanya dari manakah ia peroleh dan pada apakah ia belanjakan, mengenai tentang tubuh badannya pada perkara apakah ia susutkan kemudaan serta kecergasannya.”
    (Hadis Riwayat Tarmizi).

    Dalam hidup manusia terdapat tonggak umur yang sangat penting, antaranya umur 40 tahun sebagaimana tertera dalam al-Quran firman Allah s.w.t. yang bermaksud :
    "Setelah ia besar sampai ke peringkat dewasa yang sempurna kekuatannya dan sampai ke peringkat umur empat puluh tahun, berdo'alah ia dengan berkata: "Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan ni'matmu yang engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku, dan supaya aku tetap mengerjakan 'amal salih yang Engkau redai; dan jadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk ke dalam jiwa zuriat keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadamu, dan sesungguhnya aku dari orang-orang Islam (yang tunduk patuh kepadamu)."
    (Surah Al-Ahqaf Ayat 15)

    Nabi Muhammad s.a.w dalam sebuah hadisnya yang bermaksud: “Apabila seseorang sudah mencapai usia 40 tahun, sekiranya kebaikannya tidak mengatasi keburukannya, syaitan mencium di antara kedua-dua matanya dan berkata, ‘Inilah manusia yang sangat malang’."

    Dalam riwayat lain, Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud: “Barangsiapa umurnya sudah melebihi 40 puluh tahun sedang kebaikannya tidak lebih banyak daripada keburukkannya, hendaklah ia mempersiapkan keberangkatannya ke Neraka.’’ Daripada dua hadis berkenaan, Nabi s.a.w menganjurkan umatnya untuk memeriksa amal perbuatannya setiap kali menyedari umurnya kian bertambah. Umur aset yang akan dipertanggungjawabkan.

    Kita pasti akan beruntung atau rugi dengan umur panjang kita. Semuanya bergantung pada amal yang kita lakukan. Rasulullah s.a.w menyimpulkannya dalam dua kalimat iaitu “Manusia paling baik ialah yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya. Manusia paling buruk ialah yang panjang umurnya dan buruk amalnya."

    Sehubungan itu, kita perlu menggunakan sisa umur yang masih diberikan ini dengan amalan yang baik khasnya bagi mencapai ‘Husnul Khatimah’ iaitu penghabisan umur yang baik. Mereka yang tidak menggunakan usianya dengan sebaiknya berada dalam kerugian dunia dan akhirat. Hidup hanya sekali kerana peluang tidak datang berkali-kali. Hanya mereka yang terpimpin dengan al-Quran dan sunnah Nabi yang akan sentiasa berwaspada terhadap peringatan Allah s.w.t. Dalam surah al-’Asr yang bermaksud: “Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh, mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan sabar“.

    Kerana terkesan dengan masa serta kepentingannya Ibrahim bin Adham pernah menjawab ‘Umurku baru 10 tahun’ apabila ditanya berapakah umurnya. Terkejut orang yang bertanya. Bagaimana boleh jadi begitu, sudah tua lagi berjanggut tetapi mengaku baru berumur 10 tahun. Dengan hati yang rendah penuh keinsafan beliau menjawab, “Baru 10 tahun aku benar-benar berubah dan beramal dengan berkualiti”.

    Seorang lagi alim apabila ditanya berapa umur, beliau menjawab, “Umurku 15 ribu hari. Lagi terkejut yang bertanya, kita biasanya mengingati umur bayi empat puluh hari, enam puluh hari dan sebagainya. Beliau sangat berkira saat-saat yang berlalu, katanya aku ingat umurku dalam jumlah hari supaya aku dapat bermuhasabah. Sekiranya setiap hari satu kali berbuat dosa bayangkan kalau sudah 15 ribu hari. Kalau buat dosa setiap hari 5 minit bayangkan kalau sudah 15 ribu hari.

    Sahabat dirahmati Allah,
    Sayyidina Ali r.a berkata :
    "Sesungguhnya dunia ini telah berangkat pergi dan akhirat itu berangkat datang. Bagi tiap-tiap satu ada putera masing-masing. Maka jadikan dirimu putera akhirat dan bukan putera dunia. Hari ini hari 'amal tiada hisab, dan di akhirat hari hisab tiada 'amal."

    Beramal dan berjihadlah untuk hari akhirat kita. Umur kita adalah singkat. Mungkin esok atau lusa kita akan berada di liang lahat.

    Fudail rahimahullah telah bertanya kepada seorang lelaki, " Berapakah umur engkau sekarang?"

    Jawab lelaki itu, "Sudah enam puluh tahun."

    Jawab Fudail, "Agak panjang umur engkau, engkau ini dalam perjalanan untuk menjumpai Tuhanmu dan sudah hampir tiba waktunya."

    Kata Fudail lagi, "Barangsiapa tahu behawa dia adalah hamba Allah, akan kembali kepada Allah, akan menghadap Allah dan akan di soal oleh Allah, maka dia hendaklah menyediakan jawapan-jawapan tersebut."

    Tanya lelaki tadi, "Bagaimana melakukan yang demikian?"

    Jawab Fudail, " Engkau berusaha membaiki baki umurmu dan bertaubat pada jalan Allah, nescaya Allah akan berikan pengampunan. Tetapi kiranya engkau engkar kepada Allah, maka engkau akan di siksa atas segala kesalahanmu yang telah lalu dan akan datang.. Amalan itu perlu dijaga waktunya. Jangan engkau abaikan dengan sia-sia dan hendaklah dipenuhi dengan kerja-kerja yang berguna."

    Kita perlu menjaga setiap detik kehidupan kita supaya kita menjadi hamba kepada akhirat. Hidup kita sentiasa terkawal dengan ajaran Allah s.w.t.

    Sayyidina Umar r.a. pernah berdoa kepada Allah yang bermaksud :
    "Wahai Tuhanku, peliharalah aku dengan Islam sewaktu aku berdiri, peliharalah aku dengan Islam waktu aku duduk, peliharalah aku dengan Islam waktu aku tidor. Janganlah Engkau biarkan terhadap diriku musuh dan orang-orang yang dengki terhadap diriku"

    Saidina Ali k.w  berkata : "Sesungguhnya dunia ini telah berangkat pergi dan akhirat itu berangkat datang. Bagi tiap-tiap satu ada putera masing-masing. Maka jadikan dirimu putera akhirat dan bukan putera dunia. Hari ini hari 'amal tiada hisab, dan di akhirat hari hisab tiada 'amal."

    Beramal dan berjihadlah untuk hari akhirat kita. Umur kita adalah singkat. Mungkin esok atau lusa kita akan berada di liang lahat.

    Fudail rahimahullah telah bertanya kepada seorang lelaki, " Berapakah umur engkau sekarang?"

    Jawab lelaki itu, "Sudah enam puluh tahun."

    Jawab Fudail, "Agak panjang umur engkau, engkau ini dalam perjalanan untuk menjumpai Tuhanmu dan sudah hampir tiba waktunya."

    Kata Fudail lagi, "Barangsiapa tahu bahawa dia adalah hamba Allah, akan kembali kepada Allah, akan menghadap Allah dan akan di soal oleh Allah, maka dia hendaklah menyediakan jawapan-jawapan tersebut."

    Tanya lelaki tadi, "Bagaimana melakukan yang demikian?"

    Jawab Fudail, " Engkau berusaha membaiki baki umurmu dan bertaubat pada jalan Allah, nescaya Allah akan berikan pengampunan. Tetapi kiranya engkau engkar kepada Allah, maka engkau akan di seksa atas segala kesalahanmu yang telah lalu dan akan datang.. Amalan itu perlu dijaga waktunya. Jangan engkau abaikan dengan sia-sia dan hendaklah dipenuhi dengan kerja-kerja yang berguna."

    Sahabat yang dimuliakan,
    Kita perlu menjaga setiap detik kehidupan kita supaya kita menjadi hamba Allah yang ingat kepada kehidupan di hari akhirat. Hidup kita sentiasa terkawal dengan ajaran Allah SWT.

    Saidina Umar r.a. pernah berdoa kepada Allah SWT yang bermaksud : "Wahai Tuhanku, peliharalah aku dengan Islam sewaktu aku berdiri, peliharalah aku dengan Islam waktu aku duduk, peliharalah aku dengan Islam waktu aku tidur. Janganlah Engkau biarkan terhadap diriku musuh dan orang-orang yang dengki terhadap diriku."

    Sebagaimana di dalam hadis Nabi SAW yang bermaksud: “Tidak berganjak kedua-dua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga ia disoal mengenai umurnya pada perkara apakah ia habiskan, ilmunya untuk apakah ia gunakan, harta bendanya dari manakah ia peroleh dan pada apakah ia belanjakan, mengenai tentang tubuh badannya pada perkara apakah ia susutkan kemudaan serta kecergasannya.”
    (Hadis Riwayat Tarmizi).

    Dalam hidup manusia terdapat tonggak umur yang sangat penting, antaranya umur 40 tahun sebagaimana tertera dalam al-Quran firman Allah SWT. yang bermaksud :
    "Setelah ia besar sampai ke peringkat dewasa yang sempurna kekuatannya dan sampai ke peringkat umur empat puluh tahun, berdoalah ia dengan berkata: "Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmat-Mu yang Engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku, dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redai; dan jadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk ke dalam jiwa zuriat keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadamu, dan sesungguhnya aku dari orang-orang Islam (yang tunduk patuh kepadamu)." (Surah al-Ahqaf ayat 15)

    Nabi SAW  dalam sebuah hadisnya yang bermaksud: “Apabila seseorang sudah mencapai usia 40 tahun, sekiranya kebaikannya tidak mengatasi keburukannya, syaitan mencium di antara kedua-dua matanya dan berkata, ‘Inilah manusia yang sangat malang’."

    Asmaa-ullaahul Husnaa


    Dalam beberapa kitab termasuk Addinul Islami disebutkan selain daripada  lafaz Allah dan Al Rab (Tuhan), adalah:
    Nama-nama Allah yang baik-baik (Asmaa-ullaahul Husnaa) yang terkandung dalam Al-Quranul Karim iaitu:
    .
    A. Nama-Nama Sifat Allah SWT Yang Berkaitan Dengan Zat Peribadinya:
    1. Al-Waahid (Maha Tunggal)
    2.  Al-Ahad (Maha Esa)
    3.  Al-Haq (Maha Benar)
    4.  Al-Qudduus (Maha Suci)
    5.  As-Shamad (Maha Diperlukan)
    6.  Al-Ghaniy (Maha Kaya)
    7.  Al-Mughni (Maha Mengayakan)
    8.  Al-Awwal (Maha Pertama)
    9. Al-Akhir (Maha Penghabisan)
    10.  Al-Hayyu (Maha Hidup)
    11.  Al-Qayyuum (Maha Berdiri Sendiri)
    .
    .
    B. Nama-Nama Sifat Allah Ta’ala Yang Berhubung Dengan Penciptaan-Nya:
    1.  Al-Khaaliq (Maha Mencipta)
    2.  Al-Baari’ (Maha Pembuat)
    3.  Al-Mushawwir (Maha Pembentuk)
    4.  Al-Badii’ (Maha Pencipta yang baru)
    .
    .
    C. Nama-Nama Yang Berhubungan Dengan Sifat Kecintaan Dan Kerahmatan:
    1. Rahmaan (Maha Pengasihi)
    2. Rahiim (Maha Penyayang)
    3. Ar-Rauuf (Maha Pengasih)
    4.  Al- Waduud (Maha Pencinta)
    5.  Al-Lathiif (Maha Lemah Lembut /Halus)
    6.  Ai-Tawwaab (Penerima Taubat)
    7.  Al-Haliim (Maha Penghiba)
    8. Al-’Afuw (Maha Pemaaf)
    9.  Al-Ghaffar  (Maha Mengampun)
    10.  Al-Ghaffur (Maha Pengampun)
    11.  Asy-Syakuur (Maha Pembalas, Pemberi Kurnia)
    12.  As-Salaam (Maha Pengaman)
    13.  Al-Mu’min (Maha Pemelihara keamanan)
    14.  Al-Barr (Maha Mencipta Kebaikan /Dermawan)
    15.  Rafli’ (Maha Mengangkat Darjat)
    16.  Ar-Razzaaq (Maha Pemberi rezeki)
    17.  Al-Wahhaab (Maha Pemberi)
    18.  Al-Waasi’ (Maha Luas)
    .
    .
    D. Nama-Nama Yang Berhubungan Dengan Kebesaran, Keagungan Dan Kemuliaan Allah Ta’ala:
    1.  AI-’Azhiim (Maha Agung)
    2.  Al-’Aziiz (Maha Mulia)
    3.  Al-Aliy (Maha Tinggi)
    4.  Al-Muta’aalii (Maha Suci)
    5.  Al-Qawiy (Maha Kuat)
    6.  Al-Qahhaar (Maha Pemaksa)
    7.  Al-Jabbaar (Maha Perkasa)
    8.  Al-Mutakabbir (Maha Megah)
    9.  Al-Kabiir (Maha Besar)
    10.  Al-Kariim (Maha Pemurah)
    11.  Al-Hamiid (Maha Terpuji)
    12.  Al-Majiid (Maha Mulia)
    13.  Al-Matiin (Maha Kuat)
    14.  Az-Zhaahir (Maha Nyata)
    15.  Zuljalaali Wal Ikraam (Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan)
    .
    .
    E. Nama-Nama Yang Berhubungan Dengan Ilmu Pengetahuannya:
    1.  Al-’Aliim (Maha Mengetahui)
    2.  Al-Hakiim (Maha Bijaksana)
    3.  As-Samii’ (Maha Mendengar)
    4.  Al-Khabiir (Maha Waspada)
    5.  Al-Bashiir (Maha Melihat)
    6.  Asy-Syahiid (Maha Menyaksikan)
    7.  Ar-Raqiib (Maha Meneliti)
    8.  Al-Baathin (Maha Tersembunyi)
    9.  Al-Muhaimin (Maha Menjaga)
    .
    .
    F. Nama-Nama Yang Berhubungan Dengan Kekuasaan Dan Pimpinan Allah Ta’ala:
    1. Al-Qaadir (Maha Kuasa)
    2.  Al-Muqtadir (Maha Menguasai)
    3.  Al-Wakiil (Maha Memelihara penyerahan)
    4. Al-Haflidz (Maha Pemelihara)
    5.  Al-Malik (Maha Merajai)
    6. Al-Fattaah (Maha Membukakan)
    7.  Al-Hasiib (Maha Penjamin)
    8.  Al-Muntaqim (Maha Penyiksa)
    9.  Al- Muqiit (Maha Pemberi kecukupan)
    .
    .
    G. Nama-Nama Sifat Allah SWT Yang Berkaitan Dengan Kudratnya:
    1.  Al-Qaabidh (Maha Pencabut)
    2.  Al-Baasith (Maha Meluaskan)
    3. AI-Mu’iz (Maha Pemberi kemuliaan)
    4.  Al-Mudzil (Maha Pemberi kehinaan)
    5.  A1-Mujiib (Maha Mengabulkan)
    6.  Al-Baa’its (Maha Membangkitkan)
    7.  Al-Muhshii (Maha Penghitung)
    8.  Al-Mubdi’ (Maha Memulai)
    9.  A1-Mu’iid (Maha Mengulangi)
    10.  Al-Muhyii (Maha Menghidupkan)
    11.  Al-Mumiit (Maha Mematikan)
    12.  Maalikul Mulk (Maha Menguasai kerajaan)
    13.  AI-Jaami’ (Maha Mengumpulkan)
    14.  Ad-Dhaar (Maha Pemberi Kemudaratan)
    15. Al-Maani’ (Maha Membela, Maha Menolak)
    16.  At-Haadi (Maha Pemberi Petunjuk)
    17.  Al-Baaqi (Maha Kekal)
    18.  Al-Waarits (Maha Pewaris)
     .
    .
    H. Nama-Nama Sifat Allah SWT Yang Berkaitan Dengan Iradatnya:
    1.  An-Nuur (Maha Bercahaya)
    2.  Ash-Shabuur (Maha Penyabar)
    3.  Ar-Rasyiid (Maha Cendekiawan)
    4.  Al-Muqsith (Maha Mengadili)
    5.  An-Naafi’ (Maha Memanfaat)
    6.  AI-Waalii (Maha Menguasai)
    7.  AI-Jaliil (Maha Luhur)
    8.  Al-Waaliy (Maha Mengendalikan Segala Urusan)
    9.  Al-’Adl (Maha Adil)
    10.  Al-Khaafidh (Maha Menjatuhkan)
    11.  Al- Waajid (Maha Kaya)
    12.  AI-Muqaddim (Maha Mendahulukan)
    13.  Al-Muakhkhir (Maha Mengakhirkan)
    14.  Al-Hakam (Maha Menghukum)
    MAKNA


    Allah: ( الله ) Lafaz yang Maha Mulia yang merupakan nama dari Zat Ilahi yang Maha Suci serta wajib adanya yang berhak memiliki semua macam pujian dan sanjungan.
    Lafadz ini disebut juga lafadz Jalalah, dan juga disebut Ismu Zat . Iaitu Zat yang menciptakan langit, bumi dan seisinya termasuk kita sebagai umat manusia ini. Dan Dialah Tuhan seru sekalian alam.
    Adapun nama-nama lain, maka setiap nama itu menunjukkan suatu sifat Allah yang tertentu dan oleh sebab itu bolehlah dianggap sebagai sifat bagi lafaz yang Maha Mulia.
    1. Ar-Rahmaan: ( الرحمن ) Maha Pengasih, iaitu pemberi kenikmatan yang agung-agung dan pengasih di dunia.
    2. Ar-Rahim: ( الرحيم ) Maha Penyayang, iaitu pemberi kenikmatan yang di luar jangkaan dan penyayang di akhirat.
    3. Al-Malik: ( الملك ) Maha Merajai/ Menguasai /Pemerintah, iaitu mengatur kerajaanNya sesuai dengan kehendakNya sendiri.
    4. Al-Quddus: ( القدوس ) Maha Suci, iaitu tersuci dan bersih dari segala cela dan kekurangan.
    5. As-Salaam: ( السلام ) Maha Penyelamat, iaitu pemberi keselamatan dan kesejahteraan kepada seluruh makhlukNya.
    6. Al-Mu’min: ( المؤمن ) Maha Pengaman / Pemelihara keamanan, iaitu siapa yang bersalah dan makhlukNya itu benar-benar akan diberi seksa, sedang kepada yang taat akan benar-benar dipenuhi janjiNya dengan pahala yang baik.
    7. Al-Muhaimin: ( المحيمن ) Maha Pelindung/Penjaga / Maha Pengawal serta Pengawas, iaitu memerintah dan melindungi segala sesuatu.
    8. Al-’Aziiz: ( العزيز ) Maha Mulia / Maha Berkuasa, iaitu kuasaNya mampu untuk berbuat sekehendakNya
    9. Al-Jabbaar: ( الجبار ) Maha Perkasa / Maha Kuat / Yang Menundukkan Segalanya, iaitu mencukupi segala keperluan, melangsungkan segala perintahNya serta memperbaiki keadaan seluruh hambaNya.
    10. Al-Mutakabbir: ( المتكبر ) Maha Megah / Maha Pelengkap Kebesaran. iaitu yang melengkapi segala kebesaranNya, menyendiri dengan sifat keagungan dan kemegahanNya.
    11. Al-Khaaliq: ( الخالق ) Maha Pencipta, iaitu mengadakan seluruh makhluk tanpa asal, juga yang menakdirkan adanya semua itu.
    12. Al-Baari’: ( البارئ ) Maha Pembuat / Maha Perancang / Maha Menjadikan, iaitu mengadakan sesuatu yang bernyawa yang ada asal mulanya.
    13. Al-Mushawwir: ( المصور ) Maha Pembentuk / Maha Menjadikan Rupa Bentuk, memberikan gambaran atau bentuk pada sesuatu yang berbeza dengan lainnya. (Al-Khaaliq adalah mengadakan sesuatu yang belum ada asal mulanya atau yang menakdirkan adanya itu. Al-Baari’ ialah mengeluarkannya dari yang sudah ada asalnya, manakala Al-Mushawwir ialah yang memberinya bentuk yang sesuai dengan keadaan dan keperluannya).
    14. Al-Ghaffaar: ( الغفار ) Maha Pengampun, banyak pemberian maafNya dan menutupi dosa-dosa dan kesalahan.
    15. Al-Qahhaar: ( القهار ) Maha Pemaksa, menggenggam segala sesuatu dalam kekuasaanNya serta memaksa segala makhluk menurut kehendakNya.
    16. Al-Wahhaab: ( الوهاب ) Maha Pemberi / Maha Menganugerah, iaitu memberi banyak kenikmatan dan selalu memberi kurnia.
    17. Ar-Razzaaq: ( الرزاق ) Maha Pengrezeki / Maha Pemberi Rezeki, iaitu memberi berbagai rezeki serta membuat juga sebab-sebab diperolehnya.
    18. Al-Fattaah: ( الفتاح ) Maha Membukakan / Maha Pembuka , iaitu membuka gedung penyimpanan rahmatNya untuk seluruh hambaNya.
    19. Al-’Aliim: ( العليم ) Maha Mengetahui, iaitu mengetahui segala yang maujud dan tidak ada satu benda pun yang tertutup oleh penglihatanNya.
    20. Al-Qaabidh: ( القابض ) Maha Pencabut / Maha Penyempit Hidup / Maha Pengekang, iaitu mengambil nyawa atau menyempitkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki olehNya.
    21. Al-Baasith: ( الباسط ) Maha Meluaskan / Maha Pelapang Hidup / Maha Melimpah Nikmat, iaitu memudahkan terkumpulnya rezeki bagi siapa yang diinginkan olehNya.
    22. AI-Khaafidh: ( الخافض ) Maha Menjatuhkan / Maha Menghinakan / Maha Perendah / Pengurang, iaitu terhadap orang yang selayaknya dijatuhkan akibat kelakuannya sendiri dengan memberinya kehinaan, kerendahan dan seksaan.
    23. Ar-Raafi’: ( الرافع ) Maha Mengangkat / Maha Peninggi, iaitu terhadap orang yang selayaknya diangkat kedudukannya kerana usahanya yang giat, iaitu termasuk golongan kaum yang bertaqwa.
    24. Al-Mu’iz: ( المعز ) Maha Menghormati / Memuliakan / Maha Pemberi Kemuliaan/Kemenangan, iaitu kepada orang yang berpegang teguh pada agamaNya dengan memberinya pentolongan dan kemenangan.
    25. Al-Muzil: ( المذل ) Maha Menghina / Pemberi kehinaan, iaitu kepada musuh-musuhNya dan musuh ummat Islam seluruhnya.
    26. As-Samii’: ( السميع ) Maha Mendengar.
    27. Al-Bashiir: ( البصير ) Maha Melihat.
    28. Al-Hakam: ( الحكم ) Maha Menghukum / Maha Mengadili, iaitu sebagai hakim yang menetapkan / memutuskan yang tidak seorang pun dapat menolak keputusanNya, juga tidak seorang pun yang berkuasa merintangi kelangsungan hukumNya itu.
    29. Al-’Adl: ( العدل ) Maha Adil. Serta sangat sempurna dalam keadilanNya itu.
    30. Al-Lathiif: ( اللطيف ) Maha Menghalusi / Maha Teliti / Maha Lembut serta Halus, iaitu mengetahui segala sesuatu yang samar-samar, pelik-pelik dan kecil-kecil.
    31. Al-Khabiir: ( الخبير ) Maha Waspada/  Maha Mengetahui.
    32. Al-Haliim: ( الحليم ) Maha Penyabar / Maha Penyantun / Maha Penghamba, iaitu yang tidak tergesa-gesa melakukan kemarahan dan tidak pula gelojoh memberikan siksaan.
    33. Al-’Adzhiim: ( العظيم ) Maha Agung, iaitu mencapai puncak tertinggi dan di mercu keagungan kerana bersifat dengan segala macam sifat kebesaran dan kesempunnaan.
    34. Al-Ghafuur: ( الغفور ) Maha Pengampun, banyak pengampunanNya kepada hamba-hambaNya.
    35. Asy-Syakuur: ( الشكور ) Maha Pembalas / Maha Bersyukur, iaitu memberikan balasan yang banyak sekali atas amalan yang kecil.
    36. Al-’Aliy: ( العلي ) Maha Tinggi Martabat-Nya / Maha Tinggi serta Mulia, iaitu mencapai tingkat yang setinggi-tingginya yang tidak mungkin digambarkan oleh akal fikiran sesiapa pun dan tidak dapat difahami oleh otak yang bagaimanapun pandainya.
    37. Al-Kabiir: ( الكبير ) Maha Besar, yang kebesaranNya tidak dapat dicapai oleh pancaindera ataupun akal manusia.
    38. Al-Hafidz: ( الحفيظ ) Maha Pemelihara Maha Pelindung / Maha Memelihara, iaitu menjaga segala sesuatu jangan sampai rosak dan goyah. Juga menjaga segala amal perbuatan hamba-hambaNya, sehingga tidak akan disia-siakan sedikit pun untuk memberikan balasanNya.
    39. Al-Muqiit: ( المقيت ) Maha Pemberi kecukupan/ Maha Pemberi Keperluan , baik yang berupa makanan tubuh ataupun makanan rohani.
    40. Al-Hasiib: ( الحسيب ) Maha Penjamin / Maha Mencukupi / Maha Penghitung, iaitu memberikan jaminan kecukupan kepada seluruh bamba-hambaNya pada hari Qiamat.
    41. Al-Jaliil: ( الجليل ) Maha Luhur, iaitu yang memiliki sifat-sifat keluhuran kerana kesempurnaan sifat-sifatNya.
    42. Al-Kariim: ( الكريم ) Maha Pemurah, iaitu mulia tanpa had dan memberi siapa pun tanpa diminta atau sebagai penggantian dan sesuatu pemberian.
    43. Ar-Raqiib: ( الركيب ) Maha Peneliti / Maha Pengawas Maha Waspada, iaitu yang mengamat-amati gerak-geri segala sesuatu dan mengawasinya.
    44. Al-Mujiib: ( المجيب ) Maha Mengabulkan, iaitu yang memenuhi permohonan siapa saja yang berdoa padaNya.
    45. Al-Waasi’: ( الواسع ) Maha Luas Pemberian-Nya , iaitu kerahmatanNya merata kepada segala yang maujud dan luas pula ilmuNya terhadap segala sesuatu.
    46. Al-Hakiim: ( الحكيم ) Maha Bijaksana, iaitu memiliki kebijaksanaan yang tertinggi kesempurnaan ilmuNya serta kerapiannya dalam membuat segala sesuatu.
    47. Al-Waduud: ( الودود ) Maha Pencinta / Maha Menyayangi, iaitu yang menginginkan segala kebaikan untuk seluruh hambaNya dan juga berbuat baik pada mereka itu dalam segala hal dan keadaan.
    48. Al-Majiid: ( المجيد ) Maha Mulia, iaitu yang mencapai tingkat teratas dalam hal kemuliaan dan keutamaan.
    49. Al-Ba’ithu: ( الباعث ) Maha Membangkitkan, iaitu membangkitkan semangat dan kemahuan, juga membangkitkan para Rasul dan orang-orang yang telah mati dari kubur masing-masing nanti setelah tibanya hari Qiamat.
    50. Asy-Syahiid: ( الشهيد ) Maha Menyaksikan / Maha Mengetahui keadaan semua makhluk.
    51.  Al-Haq: ( الحق ) Maha Haq / Maha Benar yang kekal dan tidak akan berubah sedikit pun.
    52. Al-Wakiil: ( الوكيل ) Maha Pentadbir / Maha Berserah / Maha Memelihara penyerahan, yakni memelihara semua urusan hamba-hambaNya dan apa-apa yang menjadi keperluan mereka itu.
    53. Al-Qawiy: ( القوى ) Maha Kuat / Maha Memiliki Kekuatan , iaitu yang memiliki kekuasaan yang sesempurnanya.
    54. Al-Matiin: ( المتين ) Maha Teguh / Maha Kukuh atau Perkasa / Maha Sempurna Kekuatan-Nya , iaitu memiliki keperkasaan yang sudah sampai di puncaknya.
    55. Al-Waliy: ( الولى ) Maha Melindungi, iaitu melindungi serta mengaturkan semua kepentingan makhlukNya kerana kecintaanNya yang amat sangat dan pemberian pertolonganNya yang tidak terbatas pada keperluan mereka.
    56. Al-Hamiid: ( الحميد ) Maha Terpuji, yang memang sudah selayaknya untuk memperoleh pujian dan sanjungan.
    57. Al-Muhshii: ( المحصى ) Maha Menghitung  / Maha Penghitung, iaitu yang tiada satu pun tertutup dari pandanganNya dan semua amalan diperhitungkan sebagaimana wajarnya.
    58. Al-Mubdi’: ( المبدئ ) Maha Memulai/Pemula / Maha Pencipta dari Asal, iaitu yang melahirkan sesuatu yang asalnya tidak ada dan belum maujud.
    59. Al-Mu’iid: ( المعيد ) Maha Mengulangi / Maha Mengembalikan dan Memulihkan, iaitu menumbuhkan kembali setelah lenyapnya atau setelah rosaknya.
    60. Al-Muhyii: ( المحي ) Maha Menghidupkan, iaitu memberikan daya kehidupan pada setiap sesuatu yang berhak hidup.
    61. Al-Mumiit: ( المميت ) Maha Mematikan, iaitu mengambil kehidupan (roh) dari apa-apa yang hidup.
    62. Al-Hay: ( الحي ) Maha Hidup, iaitu sentiasa kekal hidupNya itu.
    63. Al-Qayyuum: ( القيوم ) Maha Berdiri Dengan Sendiri-Nya , iaitu baik ZatNya, SifatNya, Af’alNya. Juga membuat berdirinya apa-apa yang selain Dia. DenganNya pula berdirinya langit dan bumi ini.
    64. Al-Waajid: ( الواجد ) Maha Penemu / Maha Menemukan, iaitu dapat menemukan apa saja yang diinginkan olehNya, maka tidak berkehendakkan pada suatu apa pun kerana sifat kayaNya yang secara mutlak.
    65. Al-Maajid: ( الماجد ) Maha Mulia, (sama dengan no. 48 yang berbeda hanyalah tulisannya dalam bahasa Arab, Ejaan sebenarnya no. 48 Al-Majiid, sedang no. 65 A1-Maajid).
    66. Al-Waahid: ( الواحد ) Maha Esa.
    67. Al-Ahad: ( الأحد ) Maha Tunggal.
    68. Ash-Shamad: ( الصمد ) Maha Diperlukan / Maha Diminta / Yang Menjadi Tumpuan, iaitu selalu menjadi tujuan dan harapan orang di waktu ada hajat keperluan.
    69. Al-Qaadir: ( القادر ) Maha Berkuasa/ Maha Kuasa / Maha Berupaya
    70. Al-Muqtadir: ( المقتدر ) Maha Menentukan.
    71. Al-Muqaddim: ( المقدم ) Maha Mendahulukan / Maha Menyegera, iaitu mendahulukan sebahagian benda dari yang lainnya dalam mewujudnya, atau dalam kemuliaannya, selisih waktu atau tempatnya.
    72. Al-Muakhkhir: ( المؤخر ) Maha Menangguhkan / Maha Mengakhirkan / Maha Membelakangkan / Maha Melambat-lambatkan., iaitu melewatkan sebahagian sesuatu dari yang lainnya.
    73. Al-Awwal: ( الأول ) Maha Pemulaan  / Maha Pertama, iaitu terdahulu sekali dari semua yang maujud.
    74. Al-Aakhir: ( الآخر ) Maha Penghabisan / Yang Akhir, iaitu kekal terus setelah habisnya segala sesuatu yang maujud.
    75. Azh-Zhaahir: ( الظاهر ) Maha Zahir / Maha Nyata / Maha Menyatakan, iaitu menyatakan dan menampakkan kewujudanNya itu dengan bukti-bukti dan tanda-tanda ciptaanNya
    76. Al-Baathin: ( الباطن ) Maha Tersembunyi, iaitu tidak dapat dimaklumi ZatNya, sehingga tidak seorang pun dapat mengenal ZatNya itu.
    77. Al-Waalii: ( الوالى ) Maha Menguasai / Maha Menguasai Urusan / Yang Maha Memerintah, iaitu menggenggam segala sesuatu dalam kekuasaanNya dan menjadi milikNya.
    78. Al-Muta’aalii: ( المتعال ) Maha Suci/Tinggi , iaitu terpelihara dari segala kekurangan dan kerendahan.
    79. Al-Bar: ( البار ) Maha Dermawan / Maha Bagus (Sumber Segala Kelebihan) / Yang banyak membuat kebajikan, iaitu banyak kebaikanNya dan besar kenikmatan yang dilimpahkanNya.
    80. At-Tawwaab: ( التواب ) Maha Penerima Taubat, iaitu memberikan pertolongan kepada orang-orang yang melakukan maksiat untuk bertaubat lalu Allah akan menerimanya.
    81. Al-Muntaqim: ( المنتقم ) Maha Penyiksa / Yang Maha Menghukum, kepada mereka yang bersalah dan orang yang berhak untuk memperoleh siksaNya.
    82. Al-’Afuw: ( العفو ) Maha Pemaaf / Yang Maha Pengampun, menghapuskan kesalahan orang yang suka kembali untuk meminta maaf padaNya.
    83. Ar-Rauuf: ( الرؤف ) Maha Pengasih / Maha Mengasihi, banyak kerahmatan dan kasih sayangNya.
    84. Maalikul Mulk: ( المالك الملك ) Maha Pemilik Kekuasaan  / Maha Menguasai kerajaan / Pemilik Kedaulatan Yang Kekal, maka segala perkara yang berlaku di alam semesta, langit, bumi dan sekitarnya serta yang di alam semesta itu semuanya sesuai dengan kehendak dan iradatNya.
    85. Zul-Jalaali Wal Ikraam: ( ذوالجلال والإكرام ) Maha Pemilik Keagungan dan Kemuliaan  / Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan. Juga Zat yang mempunyai keutamaan dan kesempurnaan, pemberi kurnia dan kenikmatan yang amat banyak dan melimpah ruah.
    86. Al-Muqsith: ( المقسط ) Maha Mengadili / Maha Saksama, iaitu memberikan kemenangan pada orang-orang yang teraniaya dari tindakan orang-orang yang menganiaya dengan keadilanNya.
    87. Al-Jaami’: ( الجامع ) Maha Mengumpulkan / Maha Pengumpul, iaitu mengumpulkan berbagai hakikat yang telah bercerai-berai dan juga mengumpulkan seluruh umat manusia pada hari pembalasan.
    88. Al-Ghaniy: ( الغنى ) Maha Kaya Raya / Maha Kaya serta Serba Lengkap, iaitu tidak berkehendakkan apa juapun dari yang selain ZatNya sendiri, tetapi yang selainNya itu amat mengharapkan padaNya.
    89. Al-Mughnii: ( المغنى ) Maha Pemberi kekayaan / Maha Mengkayakan dan Memakmurkan, iaitu memberikan kelebihan yang berupa kekayaan yang berlimpah-ruah kepada siapa saja yang dikehendaki dari golongan hamba-hambaNya.
    90. Al-Maani’: ( المانع ) Maha Membela atau Maha Menolak / Maha Pencegah, iaitu membela hamba-hambaNya yang soleh dan menolak sebab-sebab yang menyebabkan kerosakan.
    91. Adh-Dhaar: ( الضار ) Maha Mendatangkan Mudharat / Maha Pembuat Bahaya  / Maha Pemberi bahaya, iaitu dengan menurunkan seksa-seksaNya kepada musuh-musuhNya
    92. An-Naafi’: ( النافع ) Maha Pemberi Manfaat , iaitu meluaslah kebaikan yang dikurniakanNya itu kepada semua hamba, masyarakat dan negeri.
    93. An-Nuur: ( النور ) Maha Pemberi Cahaya  / Maha Bercahaya, iaitu menonjokan ZatNya sendiri dan menampakkan untuk yang selainNya dengan menunjukkan tanda-tanda kekuasaanNya.
    94. Al-Haadi: ( الهادى ) Maha Pemberi Petunjuk / Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk, iaitu memberikan jalan yang benar kepada segala sesuatu agar berterusan adanya dan terjaga kehidupannya.
    95. Al-Badii’: ( البديع ) Maha Indah / Tiada Bandingan  / Maha Pencipta yang baru, sehingga tidak ada contoh dan yang menyamai sebelum keluarnya ciptaanNya itu.
    96. Al-Baaqi: ( الباقع ) Maha Kekal, iaitu kekal hidupNya untuk selama-Iamanya
    97. Al-Waarits: ( الوارث ) Maha Membahagi / Maha Mewarisi  / Maha Pewaris, iaitu kekal setelah musnahnya seluruh makhluk.
    98. Ar-Rasyiid: ( الرشيد ) Maha Cendekiawan / Maha Pandai / Bijaksana / Maha Memimpin, iaitu yang memimpin kepada kebenaran, iaitu memberi penerangan dan panduan pada seluruh hambaNya dan segala peraturanNya itu berjalan mengikut ketentuan yang digariskan oleh kebijaksanaan dan kecendekiawanNya.
    99. Ash-Shabuur: ( الصبور ) Maha Penyabar yang tidak tergesa-gesa memberikan seksaan dan tidak juga cepat melaksanakan sesuatu sebelum masanya.

    BERDOA DENGANNYA


    Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya ini mempunyai nama-nama yang banyak. Nama-nama itu bukan hanya sekadar nama, tetapi nama-nama yang bagus lagi indah yang sesuai dengan penyataan yang diberikan. Nama itu disebut “Al Asmaaul Husna”. Terdapat 99 yang apabila disebut nama itu akan mempunyai pengaruh dan manfaat yang besar dan hebat sekali terhadap pekerjaan yang sedang kita lakukan dan juga bagi orang yang telah melakukan sesuatu tugas itu. Maka kita dianjur dan digalakkan untuk berdoa dengan “Al Asmaa’ul Husna” tersebut.
     .
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan bagi Allah itu nama-nama yang Indah/Baik, berdoalah dengannya (dengan menyebut nama-nama yang baik itu – Asma ul-Husna).”   Surah al-A’raf 7:180
     .
    Berikut adalah doa-doa daripada Asmaa’ul Husna, iaitu doa-doa yang diawali dengan nama nama Allah yang baik. Allah SWT telah menggalakkan agar hamba-Nya berdoa dengan menggunakan nama-nama-Nya, kerana dengan nama-nama tersebut doa itu akan lebih mudah dikabulkan.
     .
    Apabila seorang hamba berdoa dengan menggunakan “Asmaa’ul Husna”, Allah SWT akan merasa senang hati untuk memakbulkan permintaan hamba-Nya itu. Maka janganlah kita lepaskan peluang yang baik ini. Kita boleh gunakan kesemua 99 nama Allah atau kita boleh memilih mana-mana nama Allah yang sesuai dengan doa yang akan diminta.
    .
    Alhamdulillahi rabbil a’lamin, Allahuma solli a’la Muhammad wa a’laa aalihi wa ashaabihi ajamaiin.
    .
    Ya Allah! Dengan menadahkan tangan-tangan kami ini kepada-Mu, kami mengharapkan Rahmat-Mu; Sesungguhnya Rahmat-Mu adalah luas dan meluasi segala sesuatu.
    Ya Allah! Kami beriman kepada-Mu, kewujudan-Mu dan Kebesaran-Mu; Dikaulah Yang Maha Agung dan Maha segala-galanya.
    .
    1.  Ya Allah! Ya Rahman, Ya Rahim, Dikaulah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kasihanilah kami ya Allah, kami sangat-sangat mengharapkan belas kasihan daripada-Mu ya Allah. Sesungguhnya tidak ada yang dapat memberikan kasih sayang yang sebenarnya melainkan hanya Dikau. Segala kasih sayang yang pernah kami harapkan daripada selain-Mu, ternyata selalu menghampakan kami ya Allah.
    2.  Ya Allah! Ya Malik, Raja kepada segala raja, kepimpinan-Mu adalah yang terbaik dan akan membawa kepada kebaikan, tidak ada yang lebih baik kepimpinannya melainkan hanya Dikau. Kami redha menjadikan-Mu sebagai Pemimpin kami, yang lebih berhak dipatuhi daripada segala pemimpin yang lain.
    3.  Ya Allah! Ya Quddus, yang Maha Suci, Dikaulah Tuhan yang bersih daripada segala kelemahan, menyembuh dan mentaati hanya kepada-Mu tidak akan merugikan kami. Sesungguhnya segala pengharapan yang dicurahkan kepada selain Dikau selalu mengecewakan; Kami redha mempertuhankan Dikau Zat yang Maha suci.
    4.  Ya Allah! Ya Salam, yang Maha Selamat, berikanlah keselamatan kepada kami dan ahli keluarga kami. Peliharalah kami semua daripada segala macam kejahatan dan keburukan. Selamatkanlah kami dengan kebesaran nama-Mu ini daripada segala bencana dunia dan akhirat.
    5.  Ya Allah! Ya Mukmin, yang Maha Aman, amankanlah kami daripada segala yang kami takuti. Amankanlah ahli keluarga kami daripada segala sengketa, amankanlah kejiranan kami, amankanlah kawasan kami dan amankanlah negara kami daripada segala kejahatan dan keburukan. Kami sedar bahawa, tidak ada nikmat yang lebih baik daripada hidup dalam keadaan aman sentosa, rukun dan damai.
    6.  Ya Allah! Ya Muhaimin, yang Maha Memelihara, peliharalah kami daripada segala yang tidak kami kehendaki. Peliharalah kami daripada segala yang keji, peliharalah kami daripada segala penyakit dan iri, peliharalah kami daripada hasad dan dengki. Sesungguhnya sesiapa yang dipelihara oleh-Mu akan selamatlah daripada segala yang tidak baik.
    7.  Ya Allah! Ya Aziz, yang Maha Mulia, Dikaulah yang termulia, agama-Mu adalah mulia, Nabi-Mu adalah mulia, kitab-Mu adalah mulia, maka masukkanlah kami di kalangan yang mulia.
    8.  Ya Allah! Ya Jabbar, yang Maha Perkasa bantulah kami yang lemah ini, mengatasi segala muslihat mereka yang memusuhi kami. Berikanlah kekuatan-Mu kepada kami.
    9.  Ya Allah! Ya Mutakabbir, yang Maha Megah, Dikaulah berhak untuk memiliki sifat ini, kerana tidak ada yang lebih hebat daripada Dikau, maka jauhkanlah kami daripada sifat bermegah-megah hingga menyebabkan kami berhak menerima kemurkaan-Mu.
    10.  Ya Allah! Ya Khaliq, yang Maha Pencipta, ciptakanlah untuk kami yang terbaik, ciptakanlah zuriat yang baik untuk kami, kami mahukan seorang anak lelaki/perempuan atau cukuplah sudah anak-anak yang telah Dikau berikan kepada kami. (mintalah mengikut apa yang kita perlukan). Ciptakanlah kesempurnaan pada diri kami.
    11.  Ya Allah! Ya Bari’, Yang Maha Pembuat, buatkanlah untuk kami apa sahaja yang baik untuk kami dunia dan akhirat dan jauhkan daripada kami segala apa yang akan membinasakan kami.
    12.  Ya Allah! Ya Mushawwir, yang Maha Pembentuk, bentuklah untuk kami apa yang kami kehendaki, bentuklah untuk kami zuriat lelaki/perempuan, kembalikanlah kesempurnaan kami, hanya Dikau sahaja yang berkuasa untuk membentuk dan mengubah segala bentuk.
    13.  Ya Allah! Ya Ghaffar, kami meminta keampunan-Mu, ampunilah kami ya Allah, seandainya Dikau tidak mengampunkan kami, pastilah kami akan sengsara dunia dan akhirat.
    14.  Ya Allah! Ya Qahhaar, yang Maha Pemaksa, kasihanilah kami, dan jangan Dikau paksa kami melakukan sesuatu yang kami tidak mampu melakukannya, janganlah Dikau paksakan kepada kami ujian yang terlalu berat untuk kami, sebaliknya Dikau paksalah mereka, fulan bin fulan (sebut nama-nama) atau sesiapa sahaja untuk menerima kami dan apa-apa daripada kami. Dikaulah maha segala-galanya, dan paksakanlah musuh-musuh kami untuk melakukan sesuatu yang baik untuk kami.
    15.  Ya Allah! Ya Wahhab, wahai Tuhan yang Maha Pemberi, berikanlah kepada kami apa sahaja yang kami perlukan, (sebutkan apa yang diperlukan), sesungguhnya apa yang Dikau berikan, tidak ada siapa yang dapat menghalang, dan apa sahaja yang tidak Dikau berikan, tidak ada siapa yang dapat memberinya.
    16.  Ya Allah! Ya Razzaq, wahai Tuhan yang Maha Pemberi Rezeki, berikanlah kepada kami rezeki-Mu yang banyak, cukukanlah keperluan kami, cukupkanlah keperluan anak-anak kami, cukupkanlah keperluan ahli keluarga kami, janganlah sampai kami terpaksa meminta-minta akibat daripada kekurangan rezeki.
    17.  Ya Allah! Ya Fattaah, wahai Tuhan yang Maha Pembuka, bukakanlah untuk kami kejayaan dalam apa jua usaha kami, bukakanlah pintu kefahaman kami, bukakanlah segala kesusahan dan kesukaran kami.
    18.  Ya Allah! Ya A’liim, wahai Tuhan yang Maha Mengetahui, Dikau mengetahui sesuatu yang kami tidak ketahui, Dikau ketahui apa yang ada di dalam hati-hati hamba-hamba-Mu, berikanlah kepada kami apa yang Dikau ketahui baik untuk kami dunia dan akhirat, jauhkanlah dari kami apa-apa yang Dikau ketahui tidak baik untuk kami dunia dan juga akhirat.
    19.  Ya Allah! Ya Qaabidh, wahai Tuhan yang Maha Pencabut, cabutlah segala keburukan yang ada pada kami, dan janganlah Dikau cabut nikmat yang Dikau telah berikan kepada kami lantaran daripada kelalaian dan kesilapan kami, sesungguhnya akan binasalah kami tanpa nikmat daripada-Mu. Sebaliknya Dikau cabutkan sahaja kekuasaan yang ada pada musuh kami .
    20.  Ya Allah! Ya Baasith, wahai Tuhan yang Maha Meluas, kuasa-Mu adalah luas, nikmat-Mu adalah luas, Rahmat-mu adalah luas, segala-gala kepunyaan-Mu adalah luas, luaskan Rahmat-Mu kepada kami, luaskan pemberian-Mu kepada kami, luaskanlah pemeliharaan-Mu kepada kami.
    21. Ya Allah! Ya Khaafidh, wahai Tuhan yang Maha Menjatuhkan, Dikau akan menjatuhkan siapa yang Dikau kehendaki, maka jatuhkan mereka yang memusuhi kami, jatuhkanlah mereka yang berniat mengkhianati kami, Dikaulah maha segala-galanya dan kami tidak ada kuasa dan upaya.
    22.  Ya Allah! Ya Rafi’, wahai Tuhan yang Maha Mengangkat, angkatlah darjat kami disisi-Mu, angkatlah darjat kami di dunia dan juga di akirat. Angkatlah darjat kami di sisi mereka yang menghina kami.
    23. Ya Allah! Ya Mu’iz, wahai Tuhan yang Maha Memuliakan, Dikau memuliakan sesiapa yang Dikau kehendaki, maka muliakanlah kami di dunia dan akhirat, muliakanlah kami di sisi mereka yang memandang rendah kepada kami. Kalau tidak kepada-Mu, kepada siap lagi hendak kami berserah diri.
    24. Ya Allah! Ya Mudzil, wahai Tuhan yang Maha Penghina, tidak akan mulia orang yang Dikau hina dan tidak akan hina orang yang Dikau muliakan, maka kepada Dikaulah tempat kami menaruh pengharapan kami; Sesungguhnya Dikau tidak akan mensia-siakan kami, janganlah Dikau masukkan kami di kalangan mereka yang hina.
    25. Ya Allah! Ya Sami’, wahai Tuhan yang Maha Mendengar, dengarkan segala rintihan kami, dengarlah segala doa dan permintaan kami, janganlah Dikau palingkan diri-Mu daripada kami, lantaran daripada kederhakaan kami, ampunilah kami.
    26. Ya Allah! Ya Basir, wahai Tuhan Maha melihat, Dikau melihat siang dan malam, Dikau melihat gelap dan terang, kepada-Mulah kami menyerahkan diri kami, kami lemah tanpa penglihatan-Mu, Dikau dengarkanlah untuk kami apa yang baik untuk kami, Dikau lihatkan untuk kami apa sahaja yang baik untuk kami, siang dan malam, gelap dan terang.
    27.  Ya Allah! Ya Hakam, wahai Tuhan yang Maha Penentu Hukum, segala hukum-hukum-Mu adalah yang paling adil, hukumkan yang baik untuk kami, dan hukumkanlah yang sebaliknya untuk mereka yang berniat jahat kepada kami. Dikaulah yang Maha Menghukum, dan hukuman-mu adalah dahsyat, jauhkanlah kami daripada mendapatkan hukuman yang buruk daripada-Mu.
    28. Ya Allah! Ya A’dl, wahai Tuhan yang Maha Adil, tidak ada yang lebih Adil daripada-Mu, kepada Keadilan-Mu kami beriman, jadikanlah kami orang yang adil, jadikanlah kami ibu/bapa yang adil, jadikanlah kami di kalangan mereka yang sentiasa bersikap adil.
    29. Ya Allah! Ya Latif, wahai Tuhan yang Maha Lembut, lembutkanlah kami, lembutkanlah hati kami, lembutkanlah hati fulan bin fulan (sebutkan nama) terhadap kami.
    30. Ya Allah! Ya Khabir, wahai Tuhan yang Maha Berwaspada, kewaspadaan-Mu mencakupi segala perkara, peliharalah kami daripada segala mala petaka.
    31.  Ya Allah! Ya Halim, wahai Tuhan yang Maha Penyantun, layanilah kami dengan kesantunan-Mu, kami berlindung diri dengan-Mu daripada segala kekerasan-Mu.
    32. Ya Allah! Ya A’zim, wahai Tuhan yang Maha Agung, Dikaulah yang paling agung, tidak ada yang lebih agung daripada-Mu, bantulah kami daripada segala pemimpin dan penguasa yang zalim, Dikaulah maha segala-galanya.
    33. Ya Allah! Ya Ghafur, wahai Tuhan yang Maha Pengampun, ampunkanlah segala kesalahan dan kesilapan kami, tukarkan kejahatan kami yang lalu dengan kebaikan. Hapuskanlah segala dosa-dosa kami, Kami berharap agar dapat mati dengan keadaan tiada dosa ya Allah, sesungguhnya azab-Mu menanti mereka yang berdosa.
    34. Ya Allah! Ya Syakur, wahai Tuhan yang Maha Menghargai segala amalan kebaikan hamba-Nya, tatkala manusia tidak menghargai segala usaha kebaikan kami kepada mereka, maka Dikau hargailah segala kebaikan amalan kami, Dikaulah yang mengetahui akan kesungguhan kami, janganlah Dikau sia-siakan segala amalan kami, kami sedar amalan kami terlalu banyak cacat dan kekurangannya, maka dengan nama-Mu ini kami bermohon semoga Dikau terima segala amalan-amalan kami.
    35. Ya Allah! Ya A’liy, wahai Tuhan Maha Tinggi, tiada yang lebih tinggi kedudukannya melainkan hanya Dikau, maka tinggikanlah juga kami dalam penghidupan ini dan janganlah Dikau merendahkan kami.
    36. Ya Allah! Ya Kabir, wahai Tuhan yang Maha Besar, tiada yang memiliki kebesaran selain Dikau, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang akan sentiasa membesarkan-Mu, janganlah Dikau jadikan kami di kalangan mereka yang membesarkan penghidupan dunia, membesarkan harta, membesarkan kedudukan dan pangkat, membesarkan manusia. Kami sedar sikap sedemikian hanya akan menyebabkan Dikau murka, maka jauhkanlah kami daripada segala yang menyebabkan kemurkaan-Mu.
    37.  Ya Allah! Ya Hafiz, wahai Tuhan yang Maha Memelihara, peliharalah kami semua, peliharalah anak-anak kami daripada segala bencana keburukan, peliharalah kesemua ahli keluarga dan mereka yang kami sayangi daripada segala yang tidak diingini, bencana, wabak, penyakit, kemiskinan, perangai dan lain-lain keburukan.
    38. Ya Allah! Ya Muqith, wahai Tuhan yang Maha Menepati Waktu, tiada yang lebih daripada-Mu, setiap ciptaan-Mu telah Dikau berikan tempoh dan masa, berikanlah kami waktu yang membolehkan kami berbakti kepada-Mu, sebaliknya Dikau matikan kami bilamana Dikau ketahui dengan waktu itu kami hanya akan menjauhi-Mu.
    39. Ya Allah! Ya Hasib, wahai Tuhan yang Maha Penghitung, tiada siapa yang lebih tepat dan cepat menghitung daripada-Mu, dengan keimanan kami terhadap nama dan sifat-Mu ini, maka berilah perhitungan yang baik kepada amalan baik kami dan janganlah Dikau ambil kira keburukan dan kejahatan kami, ampunkanlah segala kesalahan kami yang lalu.
    40. Ya Allah! Ya Jalil, wahai Tuhan yang memiliki sifat Keagungan, tiada yang lebih agung daripada-Mu, terimalah pengakuan ikhlas kami ini dan tetapkanlah kami dalam keimanan ini, bahawa tiada yang lebih agung dalam kehidupan kami melainkan Dikau.
    41.  Ya Allah! Ya Karim, wahai Tuhan yang Maha Mulia, tiada yang lebih mulia daripada-Mu, maka muliakan kami yang beriman kepada kemuliaan-Mu, hinakanlah mereka yang tidak beriman kepada kemuliaan-Mu.
    42. Ya Allah! Ya Raqib, wahai Tuhan yang Maha mengawas, pengawasan-Mu mencakupi setiap pelusuk alam ini, tiada satu pun yang terluput daripada pemerhatian-Mu, maka berikanlah pengawasan-Mu kepada kami, perhatikanlah anak-anak kami, ahli keluarga kami, harta benda kami semasa ketiadaan kami.
    43. Ya Allah! Ya Mujib, wahai Tuhan yang Maha Memperkenankandoa, perkenanlah segala permintaan kami, janganlah Dikau biarkan tangan-tangan yang menadah ini dalam keadaan kosong dan sia-sia, kasihanilah kami, cukupkanlah segala keperluan kami, jauhkan kami daripada keterpaksaan meminta dan mengemis, hanya kepada-Mulah tempat kami meminta.
    44. Ya Allah! Ya Wasi’, wahai Tuhan yang Maha Luas, kurniaan-Mu adalah luas, Rahmat-Mu juga adalah luas, maka luaskanlah kurniaan dan rahmat-Mu kepada kami.
    45. Ya Allah! Ya Hakim, wahai Tuhan yang Maha Bijaksana, tiada yang lebih bijak daripada-Mu, kebijaksanaan-Mu meliputi ciptaan-Mu dan segala hukum penetapan-Mu, maka dengan keimanan kami terhadap kebijaksanaan_mu ini, berikanlah kebaikan daripadanya jadikanlah kami di kalangan mereka yang sentiasa menyanjungi ciptaandari hukum-hukum-Mu, termasuk juga hukum syariat-Mu, janganlah Dikau jadikan hati dan pemikiran kami meremehkan hokum-hukum-Mu.
    46. Ya Allah! Ya Waduud, Dikaulah Tuhan yang Maha Menyintai, cinta-Mu adalah hakiki, cinta-Mu adalah sejati, maka cintailah kami, teruskan menyintai kami dan jadikanlah kami di kalangan hamba-Mu yang menyintai-Mu, menyintai Nabi utusan-Mu, menyintai kitab-Mu, meyintai agama-Mu dan menyintai segala orang yang Dikau cintai. Jadikanlah harti kami benci kepada segala yang Dikau benci.
    47.  Ya Allah! Ya Majiid, Dikaulah yang Maha Pemurah, murahkanlah kurniaan-Mu kepada kami, murahkan rezeki-Mu kepada kami.
    48. Ya Allah! Ya Baa’ith, Tuhan yang Membangkitkan, kami beriman bahawasanya Dikau akan bangkitkan kami sesudah mati nanti, bangkitkanlah kami dalam kebaikan dan bersama orang-orang yang baik, bangkitkanlah kami untuk mendapatkan kebaikan, kemuliaan dan keindahan syurga-Mu. Janganlah Dikau bangkitkan kami dalam keadaan dosa yang tidak terampun, ingatkanlah kami kepada hari pembangkitan-Mu, janganlah Dikau lalaikan kami daripadanya.
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

    SOLIDARITI MENERUSKAN PERJUANGAN

    INI ZAMANNYA